Paper
Penilaian Hutan Medan, Oktober 2019
MANFAAT DAN NILAI BAMBU SEBAGAI HHBK
Dosen PenanggungJawab
Dr.
Agus Purwoko, S.Hut, M.Si
Disusun Oleh :
Harini Mulianta
Sinaga
171201074
Manajemen Hutan
5
PROGRAM
STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
MEDAN
2019
BAB I
PENDAHULUAN
Bambu merupakan jenis
rumput-rumputan yang beruas, tergolong dalam famili Poaceae, yang terdiri atas
70 genus. Bambu termasuk jenis tanaman yang mempunyai tingkat pertumbuhan yang
tinggi. Beberapa jenis bambu mampu tumbuh hingga sepanjang 60 cm dalam sehari. Bambu
adalah salah satu sumber daya alam yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat karena
memiliki sifat-sifat yang menguntungkan yaitu batang yang kuat, lurus, rata,
keras, mudah dibelah, mudah dibentuk, mudah dikerjakan dan mudah diangkut.
Selain itu, harga bambu relatif murah dibandingkan bahan lain karena sering
ditemukan di sekitar pemukiman khususnya di daerah pedesaan. Bambu menjadi
tanaman serba guna bagi kebanyakan orang di Indonesia (Sinyo et al., 2017).
Bambu merupakan salah
satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang sangat penting untuk dikembangkan dan
berpotensi untuk berbagai penggunaan dan sumber penghasilan masyarakat. Bambu
tidak hanya dibutuhkan untuk benda kerajinan, tetapi juga digunakan untuk
kebutuhan rumah tangga seperti bahan makanan (rebung atau tunas bambu), bahan
industri, sampai kepada bahan konstruksi. Ketersediaan sumberdaya bambu yang berlimpah
di Indonesia telah mendorong kemungkinan penggunaan bambu sebagai pengganti
bahan baku konvensional (dalam hal ini kayu) yang saat ini cenderung menurun. Sumberdaya
bambu selain memiliki nilai tangible (berwujud)
yang secara nyata dapat menghasilkan devisa bagi negara, bambu juga memiliki
nilai-nilai intangible (tidak
berwujud) yang belum dihitung secara ekonomi. Sebagai contoh manfaat bambu dalam
menyerap karbon dan manfaat ekologis serta lingkungan lainnya. Sifatnya non market yang tersebut menyebabkan
banyak manfaat sumber daya bambu belum dinilai secara memuaskan dalam
perhitungan ekonomi (Iqbal et al.,
2014).
Tanaman bambu merupakan tanaman yang mudah
dibudidayakan dan memiliki potensi yang cukup tinggi, dikarenakan bambu
mempunyai manfaat ekologis dan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Bambu
sudah sejak lama dikenal petani sebagai tanaman yang bernilai ekonomis. Bambu
dapat dijadikan beberapa kerajinan seperti untuk industri furniture, berupa
meja, kursi, lemari, rak dan tempat tidur dan bambu dalam bentuk serat dapat
dimanfaatkan dalam bentuk pulp (Sulistiono et al., 2016).
Bambu memegang peranan
sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Batang bamboo dikenal oleh masyarakat
memiliki sifat-sifat yang baik untuk dimanfaatkan karena batangnya kuat, ulet,
lurus, rata, keras, mudah dibelah, mudah dibentuk dan mudah dikerjakan, serta
ringan. Nilai ekonomi sumberdaya bambu yang besar pada area-area yang memiliki
tegakan-tegakan bambu mengindikasikan bahwa sumberdaya bambu memiliki peranan
penting bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Hingga saat ini bambu belum
dibudidayakan secara intensif. Demi keberlanjutan perekonomian yang berwawasan
kreatifitas, maka akan sangat membantu jikalau bambu diberdayakan semaksimal
mungkin sehingga mampu menjawab kebutuhan konsumen (Sulandjari, 2017).
BAB
II
ISI
2.1
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bambu
Di seluruh dunia
terdapat 75 genus dan 1.500 spesies bambu. Di Indonesia sendiri dikenal ada 10
genus bambu, antara lain: Arundinaria, Bambusa, Dendrocalamus, Dinochloa,
Gigantochloa, Melocanna, Nastus, Phyllostachys, Schizostachyum, dan
Thyrsostachys.
Divisio : Spermatophyta
Subdiviso : Angiospermae
Kelas : Monokotiledoneae
Ordo : Graminales
Famili : Gramineae
Subfamili : Bambusoideae
Genus : Schizostachyum
Spesies : Schizostachyum brachycladum
Schizostachyum blumei Nees
Genus : Dendromus
Spesies : Dendromus calamus asper
Genus : Bambusa
Spesies : Bambusa arundinacea (Retz.)
Wild)
Bambusa vulgaris Schrad
Genus : Gigantochloa
Spesies : Gigantochloa apus
Bambu tergolong
keluarga Gramineae (rumput-rumputan) disebut juga Hiant Grass (rumput raksasa),
berumpun dan terdiri dari sejumlah batang (buluh) yang tumbuh secara bertahap,
dari mulai rebung, batang muda dan sudah dewasa pada umur 3-4 tahun. Batang
bambu berbentuk silindris, berbuku-buku, beruas-ruas berongga, berdinding
keras, pada setiap buku terdapat mata tunas atau cabang. Secara morfologi,
bambu menunjukan keanekaragaman pada ciri-ciri : rimpang, rebung, buluh,
percabangan, pelepah buluh serta daun. Bambu adalah tumbuhan yang mempunyai
batang berbentuk buluh, beruas, berbuku-buku, berongga, mempunyai cabang,
berimpang dan mempunyai daun buluh yang menonjol. Bambu ialah nama bagi
kumpulan rumput-rumputan berbentuk pohon kayu atau perdu yang melempeng, dengan
batang-batangnya yang biasanya tegak, kadang memanjat, mengayu dan
bercabang-cabang, dapat mencapai umur panjang yaitu 40–60 tahun.
2.2
Ekologi Bambu
Secara alami
bambu dapat tumbuh pada hutan primer maupun hutan skunder (bekas perladangan
dan belukar). Pada umumnya bambu menghendaki tanah subur, sedangkan jenis
lainnya dapat tumbuh pada tanah yang kurang subur yang merupakan tempat
tumbuhnya jenis tanaman berkayu. Termasuk dengan tempat tumbuhnya bambu adalah
curah hujan yang cukup, minimal 1000 mm/tahun. Tanaman bambu dapat tumbuh mulai
dari 0 – 1500 m dari permukaan laut, bahkan jenis –jenis yang berbatang kecil
dijumpai tumbuh pada ketinggian antara 2000-3750 m dari permukaan laut. Pada
ketinggian 3750 m dari atas permukaan laut, habitusnya berbentuk rumput.
Tanaman bambu di tanam
berderet membentuk teras pada sebuah lereng jadi sabuk gunung maka kekuatannya
luar biasa. Akar bambu akan saling terkait dan mengikat antar rumpun. Rumpun
berikut serasah dibawahnya juga akan menahan top soil (lapisan tanah permukaan
yang subur) hingga tidak hanyut di bawa air hujan.
2.3
Manfaat Bambu
Bambu banyak
digunakan masyarakat dalam memenuhi kehidupan sehari-hari meliputi kebutuhan
pangan, rumah tangga, kerajinan, konstruksi dan adat istiadat. Bambu memiliki
multi fungsi jenis sebagai bahan makanan untuk manusia (rebung), binatang
(pucuk daun muda), kebutuhan rumah tangga dan aneka kerajinan dengan berbagai
tujuan penggunaan mulai dari cinderamata, mebel, tas, topi, kotak serba guna
hingga alat musik serta konstruksi untuk pembuatan jembatan, aneka sekat,
konstruksi rumah meliputi tiang, dinding, atap. Dalam kebutuhan adat istiadat
bambu digunakan dalam upacara adat hindu dan budha diantaranya untuk upacara
kremasi jenazah. Sedangkan tujuan konservasi alam sangat efektif untuk
reboisasi wilayah hutan terbuka atau gundul akibat penebangan karena
pertumbuhan rumpun bambu sangat cepat dan toleransinya terhadap lingkungan
sangat tinggi serta memiliki kemampuan memperbaiki sumber tangkapan air sangat
efektif.
2.4
Nilai Ekonomis Bambu
Pengembangan industri
bambu nasional yang kompetitif dan lestari perlu didukung oleh pasokan bahan
baku yang terjamin dalam hal volume, mutu, dan kesinambungan dalam jangka
panjang (availability, quality, and continuity of supply). Karena itu
sangat perlu untuk membangun tegakan bambu dengan jenis-jenis bambu bernilai
ekonomis tinggi dan sesuai dengan tempat tumbuh. Ketersediaan bambu dengan
kualitas yang bagus dapat menunjang pengembangan industri pengolahan produk-produk
dari bambu bernilai tinggi dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat pembudidayaan
dan negara dengan devisa.
Barang olahan dari
bambu tersebut memiliki potensi manfaat secara ekonomi yang sangat tinggi jika
dikembangan lebih lanjut. Bambu kuning mengandung parahidroksi bemsaldehid yang
merupakan suatu fenol yang mirip sebagian gugusan silimarin dan kurkumin yang
berkhasiat untuk mengatasi gangguan lever. Bambu hijau juga dapat digunakan
sebagai bahan pengobatan penyakit batuk dan panas dalam. Bagian bambu hijau yang
digunakan untuk mengobati penyakit batuk dan panas dalam adalah rebungnya.
Bambu hijau mengandung saponin, aglycone, protosarsapogenin, asaparagine,
glukose, fruktose, 5-methoxy-methylfurfural, beta-sitosterol.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Bambu
merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK), jenis rumput-rumputan yang beruas,
tergolong dalam famili Poaceae, yang terdiri atas 70 genus. Di seluruh dunia
terdapat 75 genus dan 1.500 spesies bambu. Di Indonesia sendiri dikenal ada 10
genus bambu, antara lain: Arundinaria, Bambusa, Dendrocalamus, Dinochloa,
Gigantochloa, Melocanna, Nastus, Phyllostachys, Schizostachyum, dan
Thyrsostachys. . Secara morfologi, bambu menunjukan keanekaragaman pada
ciri-ciri : rimpang, rebung, buluh, percabangan, pelepah buluh serta daun. Secara
alami bambu dapat tumbuh pada hutan primer maupun hutan skunder (bekas
perladangan dan belukar). Bambu banyak digunakan masyarakat dalam memenuhi
kehidupan sehari-hari meliputi kebutuhan pangan, rumah tangga, kerajinan, konstruksi
dan adat istiadat. Bambu memiliki multi fungsi jenis sebagai bahan makanan
untuk manusia (rebung), binatang (pucuk daun muda), kebutuhan rumah tangga dan
lain-lain.
DAFTAR
PUSTAKA
Sulistiono, Ika,
K., Atik, N. 2016. Keanekaragaman Jenis Bambu dan Pemanfaatannya di Kawasan Hutan Gunung Tilu Desa Jabranti
Kecamatan Karangkencana Kabupaten
Kuningan. Wanaraksa, 10 (2).
Sulandjari, R.
2017. Strategi Komunikasi Pemasaran pada Minat Berwirausaha Produk Lokal (Kerajinan Bambu) di KWD Kelurahan
Pulutan Kecamatan Sidorejo Kota
Salatiga. Universitas Pandanaran.
Z. M. Charomaini. 2014. Budidaya Bambu Jenis Komersial. Bogor: Penerbit IPP Press.
Hingmadi, D.
2012. Keanekaragaman Ciri Morfologi
Jenis-Jenis Bambu (Bambusa sp.) di Kelurahan Teunbaun
Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten
Kupang. Fakultas Mipa- Biologi Universitas PGRI-NTT.
Sinyo, Y.,
Nuraini S., Said H. 2017. Pemanfaatan Tumbuhan Bambu: Kajian Empiris Etnoekologi pada Masyarakat
Kota Tidore Kepulauan. Saintifik@, 1
(2): 57-70.
Iqbal, M., Eka
Intan K.P., Bahruni. 2014. Nilai Ekonomi Total Sumberdaya Bambu
(Bambuseae sp.) di Kecamatan Sajira,
Kabupaten Lebak, Banten. JURNAL Penelitian Sosial dan Ekonomi
Kehutanan, 11(2): 91 – 105.

Mkasih infonya
ReplyDeleteAku sih yes
ReplyDeleteBaru tau ternyata manfaat bambu sangat banyak
ReplyDeleteCocok buat bahan bacaan
ReplyDeleteSemangat menulis cantik👍
ReplyDeleteWiii, menambah wawasan sekali :)
ReplyDeleteNtaps! !!
ReplyDeleteInformasinya sangat bermanfaat👍
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteMakasih kak atas ilmunya, sangat bermanfaat
ReplyDeleteMakasih kak atas ilmunya, sangat bermanfaat
ReplyDeleteBerapa besar produksi kayu tiap tahunnya di indonesia kak?
ReplyDeleteWah... Bermanfaat sekali
ReplyDeleteTerima kasih atas info tentang bambu nya kak..
Makasih informasinya kak dan sangat menambah wawasan
ReplyDeleteMantap kali rin
ReplyDeleteMantap kali infonya penulis, jadi lebih tau untuk memanfaatkan bambu
ReplyDeleteSangat bermanfaat, ditunggu blog selanjutnya y
ReplyDeleteDangat bermanfaat dan menambah wawasan
ReplyDeleteBagus
ReplyDeleteSemangat berbagi info terus ya kak
ReplyDeleteTrimakasih infonya min..
ReplyDeleteYou are so brilliant
ReplyDeleteGood