Total Pageviews

Tuesday, 3 July 2018

kewirausahaan dan pengusaha sukses


Kewirausahaan,
Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai lebih. Kewirausahaan salah satunya sebagai fungsi yang melingkupi optimalisasi berbagai peluang yang mampu dibaca dalam pasar. Potensi yang mampu dieksplorasi. Dalam realitas seorang wirausahawan selalu dihadapkan dengan peluang-peluang dan resiko seperti halnya keeping mata uang yang tidak terpisahkan, sehingga dituntut keberanian (wira) untuk melakukan tindakan kreatif dan innovatif.
            Wirausahawan adalah orang yang mampu mencari dan memanfaatkan peluang usaha serta mendapat sumber daya yang diperlukan untuk kegiatan usaha, dan berani menanggu resiko yang terjadi dalam kegiatan usaha. Sedangkan pengusaha adalah orang yang menjalankan kegiatan usaha baik usaha jual-beli, maupun usaha produksi yang tujuan utamanya asalah mendapatkan keuntungan dan menanggung resiko yang terjadi dalam kegiatan usahanya. Atau bisa  disebut dengan orang yang bekerja di bidang bisnis atau perdagangan, khususnya pada level eksekutif atau seseorang yang memiliki keterampilan khusus di bidang finansial.
            Seorang pengusaha tentunya harus siap dengan kekalahan atau kegagalan dalam berbisnis, karena tanpa kekalahan dan kegagalan tidak mungkin seseorang bisa menjadi pengusaha yang tangguh dan sukses. Dalam dunia wirausaha, learning by doing merupakan prinsip yang paling utama dan nyata. Sehingga modal utama seorang pengusaha bisa dirumuskan menjadi kecerdasan, keberanian, serta ditambah dengan keuletan.
            Menurut pengertian pengusaha, antara kecerdasan dan keberanian, keberanian lebih diutamakan sebagai modal dalam merintis sebuah usaha. Hal ini terbukti dengan banyaknya pengusaha kecil serta menengah yang sukses. Banyak pengusaha memulai usahanya dari nol atau juga yang melanjutkan usahanya secara turun temurun.
            Seorang pengusaha yang memulai usaha dari nol dan akhirnya jadi pengusaha sukses dan dikenal banyak orang pasti sudah banyak melewati proses-proses yang tidak lah mudah. Memulai usaha bukan lah hal yang mudah, sehingga jatuh bangun dalam berusaha itu sudah hal yang biasa.
Pengusaha Sukses,
Niluh Djelantik adalah sebuah nama yang tidak asing bagi orang-orang yang mengutamakan kenyamanan dalam memakai sepatu. Rancangan sepatunya tersebar di seluruh dunia. Para artis papan atas dunia banyak yang memakai hasil karyanya. Ia memproduksi usaha sepatu, dilandasi rasa cinta di dalamnya. Niluh meraih penghargaan Best Fashion Brand & Designer The Yak Awards pada tahun 2010. Ia juga menjadi nominasi Ernst and Young for Ernst & Young Entrepreneurial Winning Women 2012 Awards.
Niluh lahir pada tanggal 15 juni 1975 di Denpasar, Bali. Niluh hanya tinggal bersama ibunya. Masa kecil yang keras menempa Niluh Djelantik menjadi sosok yang kuat. Berasal dari keluarga yang sederhana, kedua orangtuanya bercerai sejak ia berusia satu tahun. Dibesarkan seorang diri oleh sang ibu, dia kerap menemani ibunya berdagang di pasar. Meski begitu, memberikan pendidikan terbaik seolah menjadi tekad ibunda tercinta. Sayangnya, karena kekurangan biaya, Niluh kecil hampir tak pernah mendapatkan sepatu baru. Sepatu yang dimilikinya selalu terlalu besar dan tak pernah muat di kakinya. Sepatu tersebut baru terasa pas saat kondisinya sudah rusak dan berlubang. Sejak itulah alas kaki selalu menjadi perhatian Niluh.
Dari SD sampai SMA, Niluh tinggal di Bali. Niluh kemudian menempuh pendidikan di Universitas Gunadarma Jakarta sambil bekerja. Dari gaji pertamanya dibelikan sepatu seharga 15.000. Meski terlihat pas di kaki, sayangnya sepatu tersebut masih tak nyaman dipakai. Alhasil, ia pun kembali bersemangat dan bertekad untuk mendapatkan alas kaki yang lebih baik. Selesai kuliah, Niluh kembali ke Bali dan bekerja di perusahaan busana milik Paul Ropp, seorang berkebangsaan Amerika Serikat. Dipercaya menduduki posisi direktur marketing pada tahun 2012, penjualan perusahaan tersebut naik hingga 330% dan membuka 10 butik baru di beberapa lokasi. Keberhasilan tersebut membawanya terbang New York. Sayangnya, ia jatuh sakit yang membuatnya tak dapat bepergian selama enam bulan. Akhirnya Niluh pun memutuskan pulang ke Bali.
Tekadnya membuat sepatu yang nyaman masih tetap membara. Alhasil, meski berada di Indonesia, Niluh mencoba peruntungan dengan menjalin kerja sama bersama Cedric Cador, pria yang kemudian menjadi suaminya. Cedric sendiri bukan pemain baru. Ia kerap menjual barang-barang Indonesia di Eropa. Dari kerja sama ini, lahirlah label Nilou, di mana proses pengerjaan sepatu di bawah label ini benar-benar mendapatkan pengawasan ketat dari Niluh. Untuk menjaga kualitas sekaligus memastikan agar sepatu yang dihasilkan nyaman untuk dipakai, semua proses pengerjaan dilakukan secara konvensional menggunakan tangan.
Koleksi pertama Nilou akhirnya dikenal di Perancis dan dunia. Pesanan pun datang hingga 4.000 pasang. Sejumlah pesohor Hollywood papan atas seperti Uma Thurman, supermodel Gisele Bundchen dan Tara Reid, juga Robyn Gibson merupakan penggemar fanatik sepatu Nilou.
            Putri dari pasangan Ni Nyoman Palmi dan Putu Djelantik ini berhasil meraih Best Fashion Brand & Designer The Yak Awards 2010 lalu. Kecintaannya pada sepatu menuntunnya menekuni bisnis sepatu yang kini telah dikenal dunia.
Tak hanya memenangi penghargaan, label berbau Bali ini juga telah menembus Globus Switzerland, salah satu retailer terkemuka di Eropa, pada 2011. Capaian tersebut terus berlanjut di 2012, dimana ibu satu putri ini kemudian berkesempatan menjalin kerjasama dengan retailer terkemuka dari Rusia.Kesuksesan perempuan yang berasal dari Denpasar ini tidak berjalan secara instan. Kerja keras dan pantang menyerah merupakan kunci dari kesuksesan yang diraihnya. Masa kecil yang keras menempa perempuan kelahiran 15 Juni 1975 ini menjadi sosok yang kuat.
Di tengah kesuksesan yang dialaminya, badai cobaan kembali hadir. Ujian itu bermula kala di medio 2007, Niluh mendapatkan tawaran dari agen Australia dan Prancis untuk melebarkan sayap dengan memproduksi secara massal sepatu-sepatu dibawah labelnya. Rencananya, produksi tersebut akan dilakukan di Cina. Tak ingin cinta yang terlanjur melekat pada workshop sepatu buatan tangan tergantikan oleh mesin, secara tegas, Niluh pun menolak. Siapa sangka, keputusan yang ia ambil ini justru menjadi bumerang. Tanpa sepengatahuannya, para penawar tersebut telah mematenkan Nilou dan tetap memproduksi secara massal di Cina.
Tak patah semangat, Niluh yang merasa sedih dan kecewa tetap berusaha untuk bangkit kembali. Masih dengan mimpi yang sama, yakni membuat alas kaki yang nyaman dan pas, ia akhirnya memproduksi sepatu dengan label Niluh Djelantik pada tahun 2008. Bekerja dengan cinta, begitulah semangat yang melekat pada Niluh. Mengabungkan pekerjaan dengan passion, pengalaman pahit yang ia alami justru membuatnya semakin yakin untuk tetap mempertahankan impiannya semasa kecil, membuat alas kaki yang pas dan nyaman.
            Seorang pengusaha tentunya harus siap dengan kekalahan atau kegagalan dalam berbisnis, karena tanpa kekalahan dan kegagalan tidak mungkin seseorang bisa menjadi pengusaha yang tangguh dan sukses. Dalam dunia wirausaha, learning by doing merupakan prinsip yang paling utama dan nyata. Sehingga modal utama seorang pengusaha bisa dirumuskan menjadi kecerdasan, keberanian, serta ditambah dengan keuletan.
Niluh lahir pada tanggal 15 juni 1975 di Denpasar, Bali. Tekadnya membuat sepatu yang nyaman karena pada masa kecilnya hampir tak pernah mendapatkan sepatu baru. Sepatu yang dimilikinya selalu terlalu besar dan tak pernah muat di kakinya. Sepatu tersebut baru terasa pas saat kondisinya sudah rusak dan berlubang. Sejak itulah alas kaki selalu menjadi perhatian Niluh. Tekadnya membuat sepatu yang nyaman masih tetap membara. Alhasil, meski berada di Indonesia, Niluh mencoba peruntungan dengan menjalin kerja sama bersama Cedric Cador, pria yang kemudian menjadi suaminya
Untuk menjaga kualitas sekaligus memastikan agar sepatu yang dihasilkan nyaman untuk dipakai, semua proses pengerjaan dilakukan secara konvensional menggunakan tangan. Koleksi pertama Nilou akhirnya dikenal di Perancis dan dunia. Pesanan pun datang hingga 4.000 pasang.
Di tengah kesuksesan yang dialaminya, badai cobaan kembali hadir. Ujian itu bermula kala di medio 2007, Niluh mendapatkan tawaran dari agen Australia dan Prancis untuk melebarkan sayap dengan memproduksi secara massal sepatu-sepatu dibawah labelnya.
Tak patah semangat, Niluh yang merasa sedih dan kecewa tetap berusaha untuk bangkit kembali. Masih dengan mimpi yang sama, yakni membuat alas kaki yang nyaman dan pas, ia akhirnya memproduksi sepatu dengan label Niluh Djelantik pada tahun 2008.
Memulai segala hal baik untuk berbisnis dan memulai sebuah usaha harus disertai dengan tekat yang kuat. Sifat pantang menyerah harus ada, karena membangun sebuah usaha tidakn boleh setengah-tengah. Seperti hal nya Niluh Djelantik, Beliau memulai usahanya dengan tekat yang kuat walaupun badai pencobaan dating, beliau tetap semangat menjalankan usahanya. Sehingga sekarang usahanya sukses dan terkenal.



No comments:

Post a Comment